Bunga teratai terus menunggu sekilas sinar matahari di siang hari, sedangkan teratai Nymphea (kumudini) selalu bersemangat melihat bulan. Bunga teratai merasa senang bertemu Matahari di siang hari, sedangkan di malam hari merasa tertekan. Sebaliknya Nymphea
Melampaui sikap Matahari dan Bulan di mana mereka bertemu atau berpisah dari kekasihnya, orang yang sadar Guru berlindung pada Guru Sejati, dan tetap terserap dalam kaki suci Guru Sejati yang tenang dan nyaman.
Bagaikan seekor lebah yang terpikat oleh keharuman sekuntum bunga dan tetap terpikat oleh cintanya, demikian pula orang yang berorientasi pada Guru tetap asyik dengan keharuman Naam yang bagaikan obat mujarab di tempat duduk di pintu mistis kesepuluh.
Bebas dari pengaruh tiga sifat maya (mammon), orang yang sadar Guru selalu asyik menyanyikan melodi Naam dalam keadaan pintu kesepuluh mistik dengan spiritualitas tinggi. (266)