Kabit Savaiye Bhai Gurdas Ji

Halaman - 266


ਅਹਿਨਿਸਿ ਭ੍ਰਮਤ ਕਮਲ ਕੁਮੁਦਨੀ ਕੋ ਸਸਿ ਮਿਲਿ ਬਿਛਰਤ ਸੋਗ ਹਰਖ ਬਿਆਪਹੀ ।
ahinis bhramat kamal kumudanee ko sas mil bichharat sog harakh biaapahee |

Bunga teratai terus menunggu sekilas sinar matahari di siang hari, sedangkan teratai Nymphea (kumudini) selalu bersemangat melihat bulan. Bunga teratai merasa senang bertemu Matahari di siang hari, sedangkan di malam hari merasa tertekan. Sebaliknya Nymphea

ਰਵਿ ਸਸਿ ਉਲੰਘਿ ਸਰਨਿ ਸਤਿਗੁਰ ਗਹੀ ਚਰਨ ਕਮਲ ਸੁਖ ਸੰਪਟ ਮਿਲਾਪਹੀ ।
rav sas ulangh saran satigur gahee charan kamal sukh sanpatt milaapahee |

Melampaui sikap Matahari dan Bulan di mana mereka bertemu atau berpisah dari kekasihnya, orang yang sadar Guru berlindung pada Guru Sejati, dan tetap terserap dalam kaki suci Guru Sejati yang tenang dan nyaman.

ਸਹਜ ਸਮਾਧਿ ਨਿਜ ਆਸਨ ਸੁਬਾਸਨ ਕੈ ਮਧੁ ਮਕਰੰਦ ਰਸੁ ਲੁਭਿਤ ਅਜਾਪਹੀ ।
sahaj samaadh nij aasan subaasan kai madh makarand ras lubhit ajaapahee |

Bagaikan seekor lebah yang terpikat oleh keharuman sekuntum bunga dan tetap terpikat oleh cintanya, demikian pula orang yang berorientasi pada Guru tetap asyik dengan keharuman Naam yang bagaikan obat mujarab di tempat duduk di pintu mistis kesepuluh.

ਤ੍ਰਿਗੁਨ ਅਤੀਤ ਹੁਇ ਬਿਸ੍ਰਾਮ ਨਿਹਕਾਮ ਧਾਮ ਉਨਮਨ ਮਗਨ ਅਨਾਹਦ ਅਲਾਪਹੀ ।੨੬੬।
trigun ateet hue bisraam nihakaam dhaam unaman magan anaahad alaapahee |266|

Bebas dari pengaruh tiga sifat maya (mammon), orang yang sadar Guru selalu asyik menyanyikan melodi Naam dalam keadaan pintu kesepuluh mistik dengan spiritualitas tinggi. (266)