Pemakan daging tertawa
Makhluk pemakan daging tertawa dan gerombolan hantu menari.
Kebanyakan yang tak kenal takut (pejuang yang berperang) dibangkitkan
Para pejuang yang gigih bergerak maju dan berteriak “bunuh, bunuh”.30.
Sang dewi bergemuruh di langit
Dewi itu meraung di langit, yang diciptakan oleh KAL Tertinggi.
Hantu-hantu itu menari dengan baik
Hantu-hantu itu menari dengan penuh semangat dan diliputi amarah yang besar.31.
(Veer Sainiks) bertempur dengan penuh permusuhan
Para pejuang saling bertarung karena permusuhan dan para pahlawan besar gugur sebagai martir.
Bendera berkibar dengan tekad
Memperbaiki panji mereka yang kuat dan dengan meningkatnya musuh mereka berteriak.32.
Bhukhan dihias di kepala
Mereka menghiasi kepala mereka dengan perhiasan itu dan merentangkan busur di tangan mereka.
Mereka menembakkan (panah) satu sama lain
Mereka menembakkan anak panahnya ke arah lawan, ada pula yang terjatuh, terpotong menjadi dua.33.
Gajah dan kuda juga berkelahi
Gajah dan kuda tergeletak mati dan para pejuang terlibat permusuhan
Menggunakan senjata tanpa rasa takut
Serang senjata mereka tanpa rasa takut; kedua belah pihak menginginkan kemenangan mereka.34.
Para pejuang pemberani sedang mengaum.
Para pejuang mengaum dan kuda-kuda yang berlari kencang menari.
Tantangannya adalah bermain
Ada teriakan dan dengan cara ini tentara berlarian. 35.
(Para pejuang) mabuk anggur.
Para pejuang mabuk oleh anggur dan larut dalam kemarahan yang besar.
Kawanan gajah dihias
Sekelompok gajah dihias dan para pejuang bertarung dengan amarah yang meningkat. 36.
Pedang tajamnya bersinar seperti ini
Pedang tajamnya berkilau seperti kilatan petir di awan.
Kuda musuh bergerak seperti ini
Pukulan yang ditimpakan kepada musuh bagaikan serangga air yang bergerak cepat.37.
Mereka menggunakan senjata untuk melawan satu sama lain.
Mereka saling menyerang satu sama lain; kedua belah pihak menginginkan kemenangan mereka.
Rother ada di rasa.
Mereka tenggelam dalam kemarahan yang hebat dan sangat mabuk.38.
STANZA BHUJANG PRAYAAT
Pahlawan telah menjadi pahlawan pertarungan yang supernatural dan sengit.
Para pejuang yang bertarung dengan para pejuang tampak sangat menakutkan. Suara gemerincing gendang terdengar dan terdengar pula gemuruh terompet.
Sebuah kata khidmat keluar dengan bunyi klakson baru
Nada serius dari terompet baru bergema. Di suatu tempat batang pohon, di suatu tempat kepala, di suatu tempat tubuh yang tertusuk anak panah terlihat bergerak.39.
Di medan perang pedang bergerak, anak panah (Khatang) diikat (Khyalan) dengan mengikat (Bouchhar).
Para pejuang mengayunkan pedang mereka dan merawat anak panah mereka di medan perang. Para pahlawan besar, yang terpotong-potong dalam perang, berguling-guling dalam debu.
Prajurit Akarkhan yang hebat telah menghiasi spanduk (kemartiran).
Para pejuang yang sangat bangga, setelah mengikat tabung anak panah mereka dan dilengkapi dengan baju besi, bergerak di medan perang seperti para pemabuk.40.
Di medan perang, terjadi keributan di mana-mana disertai benturan senjata (satu sama lain).
Senjata-senjata dihantam dan terjadi kekacauan di sekitar, seolah-olah awan kiamat sedang bergemuruh.
Anak panah sudah mulai terbang dan busur sudah mulai bergetar.