Akhir dari adopsi Manusia (pikiran) sebagai Guru kedua.
Sekarang dimulailah deskripsi mengadopsi Laba-laba sebagai Guru Ketiga
CHAUPAI
Cara (Datta) mengasumsikan dua puluh empat Guru,
Jangan dengarkan cara Dutt mengadopsi dua puluh empat Guru
Dutt melihat seekor laba-laba ('Makarka').
Dia melihat seekor laba-laba dan merenung dalam pikirannya.176.
Membuat ide seperti itu di benaknya
Merenungkan dalam pikirannya, dia mengatakan ini, “Saya menganggapnya sebagai Guru ketiga saya
(Seperti laba-laba ini ketika) benang Sutra cinta harus dipanjangkan
Ketika benang cinta terbentang, maka hanya Tuhan (Nath Niranjan-Brahman yang tidak terwujud) yang akan terwujud.”177.
(Laba-laba melihat dirinya sendiri di jaring) dengan cara yang sama seperti (jigyasu) melihat dirinya sendiri (di dalam) dirinya sendiri.
Kemudian wujud roh Guru terlihat dari dalam.
(ketika) meninggalkan seseorang (pikiran) tidak akan lari ke tempat lain,
Ketika diri divisualisasikan dan di dalam diri sendiri Jiwa-Guru disentuh dan pikiran tidak pergi kemana-mana lagi, meninggalkan Yang Esa, maka yang terealisasi hanya Dzat Yang Maha Esa.178.
Terima satu bentuk sebagai satu
Dan tidak melihat cinta dualitas.
Jangan tinggalkan keinginan yang satu dan lari ke keinginan yang lain,
Ketika wujud seseorang akan dianggap dan dilihat sebagai Yang Esa dan tidak ada pemikiran lain yang muncul dalam pikiran dan menjaga satu tujuan di hadapan dirinya sendiri, pikiran tidak akan lari kemana-mana, maka Tuhan (Nath Niranjan---Brahman yang tidak terwujud). 179.
Biarkan dia menyerap wujudnya hanya dalam wujudnya (tubuh).
Jangan asyik dengan (rasas) lain sehingga menyisakan satu sari buah.
(Dia) harus memusatkan perhatiannya pada Yang Maha Tinggi,
Ketika penggabungan hanya ada pada satu dan pikiran tidak akan diobsurasi pada orang lain, terimalah Yang Esa dan bermeditasi hanya pada esensi tertinggi, maka ia akan merealisasikan Tuhan ( Nath Niranjan-Brahmana yang Tak Terwujud) 180
(Demikianlah) Guru ketiga menerima Makarka
Menerima laba-laba sebagai Guru ketiga, Dutt yang mulia melangkah lebih jauh
Makna (laba-laba) itu demikian terpatri dalam hati,
Karena sangat senang, dia bergerak maju, mengadopsi konotasi mereka di dalam hatinya.181.
Akhir dari adopsi Laba-laba sebagai Guru ketiga.
Sekarang dimulailah penjelasan tentang Guru Bangau keempat.
CHAUPAI
Ketika Datta Guru berjalan maju,
Ketika Dutt bergerak maju, lalu setelah melihat segerombolan ikan, dia melihat ke arah burung bangau yang sedang bermeditasi
Dia berkulit putih dan sangat perhatian.
Anggota tubuhnya sangat putih dan melihatnya semua makhluk yang mengamati keheningan merasa malu.182.
Saat ikan (bangau untuk ditangkap) terkonsentrasi,
Meditasi yang diamati oleh burung bangau, membuat namanya tercela karena kegemarannya bermeditasi terhadap ikan
Saat dia mengamati dengan cermat,
Ia mengamati meditasi dengan sangat baik dan dengan keheningannya, ia menyenangkan para resi.183.
(Jika) meditasi tersebut diterapkan untuk (mencapai) Tuhan,
Jika meditasi seperti itu dilakukan demi Tuhan, maka Beliau akan terealisasi dengan cara seperti itu
Hati Dutt menjadi iri setelah melihat si penangkap ikan (bangau).
Melihat burung bangau itu, Dutt terpikat padanya dan dia menerimanya sebagai Guru keempatnya.184.
Akhir dari uraian pengangkatan Burung Bangau sebagai Guru keempat.
Sekarang dimulailah deskripsi Guru Tom Cat yang kelima
CHAUPAI
Shrestha Muni Dutt melanjutkan
Dutt, raja orang bijak, yang memiliki rambut kusut di kepalanya, bergerak lebih jauh
Ke depan, dia melihat sebuah tagihan,