Raja Sikandar itu telah memperoleh Amrit.
Jika manusia akan menjadi abadi
(Jadi dia) akan memenangkan empat belas orang. 45.
ganda:
Jadi sesuatu harus dilakukan mengenai hal itu
Dengan mana tubuh orang bodoh ini akan menjadi tua dan dia tidak akan bisa meminum nektarnya. 46.
bersikeras:
Indra mengirimkan seorang Apachara bernama Rambha.
Yang datang (dekat kolam) berwujud seekor burung tua.
Jangan mengira sehelai bulu pun tertinggal di tubuhnya.
Tubuhnya tidak terlihat, timbul rasa jijik dalam pikiran. 47.
ganda:
Ketika Sikandar mulai meminum nektar tersebut,
Maka ia pun tertawa melihat burung dengan badan yang bisa dipeluk itu. 48.
dua puluh empat:
(Sikander) mendatangi burung itu dan bertanya,
Wahai saudara! Mengapa kamu menertawakanku?
Ceritakan semua itu padaku
Dan menghilangkan kesedihan hatiku. 49.
Burung itu berkata:
ganda:
Bahkan tidak ada sehelai bulu pun di tubuhku, dan tidak ada darah di tubuhku.
Tubuhku tidak disucikan dan aku hidup dalam kesakitan ketika (aku) meminum air buruk ini. 50.
dua puluh empat:
Baik jika (kamu meminum ini) nektar.
Panjang umur seperti saya.
Alexander sangat takut mendengarnya.
Dia ingin meminum nektar tersebut, tetapi tidak meminumnya. 51.
ganda:
Wanita yang tidak bisa ditipu (yaitu Alexander) ditipu dengan melakukan karakter ini.
Penyair Kal mengatakan bahwa cerita ini berakhir. 52.
Inilah akhir dari Mantri Bhup Samvad Tria Charitra Sri Charitropakhyan bab 217, semuanya baik-baik saja. 217.4186. berlanjut
ganda:
Chandra Ketu, raja Mashad, sangat tampan
Di pintu tempat para pahlawan negara dulu berbohong. 1.
bersikeras:
Ia memiliki dua putra, Sasi Dhuj dan Ravi Ketu.
Tidak ada pahlawan seperti dia di antara ketiga orang itu.
Kemuliaan-Nya tersebar ke seluruh dunia.
(Untuk melihat keindahannya) matahari dan bulan pun biasa berkeliaran. 2.
ganda:
Istri raja Din Ketu Mati berwujud luar biasa.
Bahkan tidak ada yang bisa melihatnya dengan membuatnya lebih intens. 3.
Rasrang Mati adalah istri keduanya.
Raja menjadi terobsesi padanya dan melupakan istrinya. 4.
dua puluh empat:
Kemudian ratu menjadi sangat marah.
Akibat (tergenang) airnya gosong menjadi delapan bagian.