SWAYYA
Ada binar di mata yang mempesona pikiran dan ada titik Shingraf di dahi.
Dia telah membubuhkan antimon di matanya dan tanda bulat di dahinya, lengannya indah, pinggangnya ramping seperti singa dan terdengar suara gelang kaki dari kakinya.
Mengenakan kalung permata, dia sampai di depan pintu Nand untuk melakukan tugas yang diberikan oleh Kamsa
Keharuman yang terpancar dari tubuhnya menyebar ke empat penjuru dan melihat wajahnya bahkan bulan pun merasa malu.84.
Pidato Yashoda yang ditujukan kepada Putana:
DOHR
Dengan penuh hormat, Jasodha bertanya dengan kata-kata manis
Yashoda memberinya rasa hormat dan bertanya tentang kesejahteraannya dan memberinya tempat duduk, dia mulai berbicara dengannya.85.
Pidato Putana ditujukan kepada Yashoda:
DOHR
Choudharani! (Saya) telah mendengar bahwa seorang anak laki-laki dengan wujud yang unik telah lahir di (rumah) Anda.
���Wahai ibu! Saya mengetahui bahwa Anda telah melahirkan seorang anak yang unik, berikan dia kepada saya agar saya dapat memberinya minum susu saya, karena anak yang menjanjikan ini akan menjadi kaisar segalanya.��86.
SWAYYA
Kemudian Yashoda meletakkan Krishna di pangkuannya dan dengan cara ini Putana mengakhiri hidupnya sendiri
Wanita yang berakal jahat itu sangat beruntung karena dia membuat Tuhan meminum susu dari putingnya
(Krishna) melakukan ini (itu) jiwa dan darahnya juga memasukkan susu (dan juga) ke dalam mulutnya.
Krishna menghisap darahnya (sebagai pengganti susu) dengan mulutnya beserta tenaga hidupnya seperti menekan dan menyaring minyak dari colocynth.87.
DOHR
Putana telah melakukan dosa besar, yang bahkan sangat ditakuti oleh neraka.
Putana melakukan dosa yang begitu besar, bahkan mungkin menakutkan neraka, sambil sekarat dia berkata, “Wahai Krishna! Tinggalkan aku,� dan sambil berkata sebanyak ini dia pergi ke surga.88.
SWAYYA
Tubuh Putana bertambah panjang enam kos, perutnya seperti tangki dan wajahnya seperti selokan
Lengannya seperti dua tepian tangki dan rambutnya seperti sampah yang tersebar di tangki
Kepalanya menjadi seperti puncak gunung Sumeru dan tampak lubang-lubang besar di tempat matanya
Di dalam lubang matanya, bola matanya tampak seperti kanon yang dipasang di benteng raja.89.
DOHR
Krishna memasukkan payudaranya ke dalam mulutnya dan tertidur di atasnya.
Kresna tertidur dengan puting Putana di mulutnya dan penduduk Braja membangunkannya.90.
Orang-orang mengumpulkan tubuhnya (di satu tempat) dan menumpuknya.
Masyarakat mengumpulkan bagian-bagian tubuh Putna dan membakarnya dengan cara dibubuhi bahan bakar pada keempat sisinya.91.
SWAYYA
Ketika Nand datang ke Gokul dan mengetahui semua yang telah terjadi, dia sangat terkejut
Ketika orang-orang menceritakan kisah Putna kepadanya, maka ia pun diliputi rasa takut dalam benaknya
Dia mulai berpikir tentang memudarnya yang diberikan kepadanya oleh Vasudev, yang memang benar dan dia juga melihat hal yang sama
Pada hari itu Nand memberikan sedekah kepada para Brahmana dengan berbagai cara, yang memberinya banyak berkah.92.
DOHR
Sang pencipta lautan rahmat, telah turun (ke dunia) dalam wujud seorang anak kecil.
Tuhan, samudra rahmat telah menjelma dalam wujud seorang anak dan pertama-tama Dia telah membebaskan bumi dari bufden Putna.93.
Akhir bab berjudul ��Pembunuhan Putna��� berdasarkan Dasham Sakandh Purana dalam Bachittar Natak.
Sekarang dimulailah penjelasan tentang Upacara Penamaan
DOHR
Basudeva mendekati 'Garga' (Prohit) dan memberitahunya (ini) dan berkata,
Kemudian Vasudev meminta pembimbing keluarga Garg untuk pergi menemui Gokul di rumah Nand.94.
Ada anak saya di (rumahnya). 'Sebutkan' dia,
Anakku ada di sana, mohon lakukan upacara pemberian nama dan berhati-hatilah agar tidak ada orang lain yang mengetahui rahasianya kecuali kamu dan aku.95.
SWAYYA
(Garga) Brahmana itu segera pergi menemui Gokul, (apa) yang dikatakan Basudeva agung, (dia) menerimanya.