Ikan itu terpikat dengan melihat matanya dan kecantikannya tampak seperti pancaran sinar matahari.
Melihat matanya, mereka tampak seperti bunga teratai yang sedang mekar dan semua orang di hutan sangat terpesona oleh kecantikannya.
Wahai Sita! melihat matamu yang mabuk Ram sendiri sepertinya tertusuk olehnya.298.
Matamu mabuk, telah diwarnai dengan cintamu dan tampaknya itu adalah mawar yang indah.
Bunga narsisis mengungkapkan rasa jijik dengan kecemburuan dan orang-orang yang melihatnya merasa terpukul pada harga diri mereka,
Anggur meskipun dengan segala kekuatannya tidak terasa setara dengan semangat membara Sita di seluruh dunia,
Alisnya indah bagaikan busur dan dari alis itu ia mengeluarkan anak panah di matanya.299.
KABIT
Dimana terdapat pohon saal yang tinggi dan pohon beringin serta tangki-tangki besar yang merupakan orang yang melakukan pertapaan
Dan melihat kecantikan siapakah, kecantikan Pandawa seakan tiada pancarannya dan para hutan kahyangan merasa lebih baik diam saja mengamati keindahannya?
Di sana banyak sekali keteduhan, apalagi bintang, langit juga tidak terlihat di sana, cahaya matahari dan bulan pun tidak sampai di sana.
Tidak ada dewa atau setan yang hidup dan burung dan bahkan semut tidak memiliki akses ke sana.300.
STANZA APOORAV
(Sri Ram, Sita dan Lakshmana setibanya mereka di gubuk itu)
Dengan menerima begitu saja
Dan mengetahui makanannya, raksasa itu pun berlari
Melihat orang bodoh )Ram-Laksman) sebagai makanan enak, setan bernama Viradh maju ke depan dan dengan cara ini terjadilah situasi bencana dalam kehidupan damai mereka.301.
Rama mengerti
Bahwa lapis baja (depan) sudah siap sepenuhnya.
(Jadi mereka juga) mengangkat senjata
Ram melihatnya dan sambil memegang keretanya, dia pergi ke arahnya dengan tetap mengendalikan senjata mereka, kedua prajurit itu memulai pertempuran mereka.302.
(Ketika) para pejuang itu berhadapan muka
(Jadi) mereka berteriak.
(Prajurit) yang bersenjata indah dihiasi,