Dia mengikat tabung panahnya dan pergi membawa rusa emas, meninggalkan Lakshman untuk melindungi Sita.353.
Iblis Marich mencoba membuat Ram dalam ketidakpastian dengan melarikan diri dengan kecepatan tinggi, namun akhirnya dia lelah dan Ram membunuhnya.
Namun pada saat kematiannya dia berteriak keras seperti suara Ram, “Wahai Saudaraku, selamatkan aku.”
Ketika Sita mendengar teriakan yang menakutkan ini, dia mengirim Lakshman yang perkasa ke sisi itu,
Yang sebelum berangkat membuat garis disana lalu Rahwana masuk.354.
Mengenakan pakaian seorang Yogi dan mengucapkan doa tradisional untuk sedekah, Rahwana mendekati Sita,
Seperti seorang preman mengunjungi orang kaya dan berkata,
���Wahai orang bermata kelinci, lewati garis ini dan berilah aku sedekah,��
Dan ketika Rahwana melihat Sita melewati batas, dia menangkapnya dan mulai terbang menuju langit.355.
Akhir bab berjudul ���Penculikan Sita�� di Ramavtar di Bachittar NATAK.
Sekarang mulailah uraian tentang pencarian Sita :
TOTAK STANZA
Sri Ram (ketika) melihat dalam pikirannya bahwa Sita telah menjadi seekor rusa,
Ketika Rama membayangkan dalam pikirannya tentang penculikan Sita, dia memegang busur dan anak panah di tangannya dan duduk di atas batu putih.
Dan tampak bagus di keempat sisinya.
Dia melihat sekali lagi pada keempat sisinya, namun akhirnya dia terjatuh ke bumi karena kecewa.356.
Adik laki-laki (Lachman) memeluknya
Adik laki-lakinya memeluknya dan mengangkatnya dan berkata sambil membersihkan wajahnya :
Mengapa kamu tidak sabar, bersabarlah,
���Ya Tuhanku! Jangan tidak sabar, tetap tenang. Renungkan fakta kemana perginya Sita.?���357.
(Ram Ji) berdiri tetapi kemudian jatuh ke bumi (dan menjadi tidak suci).
Ram bangkit tetapi kembali pingsan dan sadar kembali setelah beberapa waktu.
Dengan surat masuk ke dalam tubuh, Rama terbangun seperti ini
Dia bangkit dari bumi seperti seorang pejuang yang perlahan sadar kembali di medan perang.358.
Pihak keempat bosan berteriak keras.
Dia menjadi lelah berteriak di keempat sisi dan mengalami kesedihan yang luar biasa bersama adik laki-lakinya.
(Setelah malam berlalu) barulah Rama bangun di pagi hari dan pergi mandi.
Ia pergi mandi pagi-pagi sekali dan akibat panasnya penderitaannya, semua makhluk di dalam air terbakar habis dan menjadi abu.359.
Vyyogi (Rama) biasa melihat ke arah,
Arah yang Ram lihat dalam keadaan terpisah dari kekasihnya, semua bunga dan buah serta pohon Palas dan langit terbakar oleh panas penglihatannya.
Tanah yang disentuh tangan mereka,
Setiap kali dia menyentuh bumi dengan tangannya, bumi retak seperti bejana rapuh karena sentuhannya.360.
Tanah tempat Ram berkeliaran,
Tanah tempat Ram beristirahat, pohon Palas (di tanah itu) terbakar habis dan menjadi abu seperti rumput.
Air mata jatuh dari mata merah (Rama).
Aliran air matanya yang terus menerus menguap saat jatuh ke bumi seperti tetesan air yang jatuh ke piring.361.
Dengan menyentuh tubuh Ram, anginnya membakar
Bahkan pikiran dingin pun terbakar ketika menyentuh tubuhnya dan mengendalikan kesejukannya serta meninggalkan kesabarannya, ia menyatu ke dalam genangan air.
(di dalam danau) janganlah teratai tetap berada di tempat itu,
Bahkan disana daun teratai tidak dapat bertahan dan makhluk air, rumput, dedaunan dll semuanya menjadi abu dengan geat keadaan pemisahan Ram.362.
Setelah menemukan (Sita) di dalam rumah, Rama kembali (kepada gadis-gadis itu).
Di sisi ini Ram sedang berkeliaran di hutan untuk mencari Sita, di sisi lain Rahwana dikelilingi oleh Jatayu.
Hathi (Jatayu) tak mundur dua kaki pun meninggalkan Ran.
Jatayu yang gigih tidak menyerah dalam pertarungan sengitnya meski sayapnya telah dipotong.363.
GEETA MALTI STANZA
Rahwana membawa Sita pergi setelah membunuh Jatayu,
Pesan ini disampaikan Jatayu ketika Ram melihat ke arah langit.
Saat bertemu Jatayu, Ram mengetahui dengan pasti bahwa Rahwana telah menculik Sita.