Guru Sejati yang Maha Pengasih telah menanamkan Nama Tuhan dalam diriku, dan dengan karunia-Nya, aku telah mengalahkan kelima pencuri itu.
Demikian kata penyair KALL: Guru Raam Daas, putra Har Daas, mengisi kolam kosong hingga meluap. ||3||
Dengan ketidakmelekatan intuitif, Beliau dengan penuh kasih menyelaraskan diri dengan Tuhan yang Tak Takut dan Tak Termanifestasi; Dia bertemu dengan Guru Amar Daas, Batu Bertuah, di dalam rumahnya sendiri.
Atas karunia Guru Sejati, Beliau mencapai status tertinggi; Dia dipenuhi dengan harta pengabdian yang penuh kasih.
Dia dibebaskan dari reinkarnasi, dan rasa takut akan kematian dihilangkan. Kesadarannya melekat pada Tuhan, Samudera Kepuasan.
Demikian kata penyair KALL: Guru Raam Daas, putra Har Daas, mengisi kolam kosong hingga meluap. ||4||
Dia mengisi yang kosong hingga meluap; Dia telah mengabadikan Yang Tak Terbatas di dalam hati-Nya.
Dalam pikiran-Nya, Dia merenungkan esensi realitas, Penghancur kesakitan, Pencerahan jiwa.
Dia merindukan Kasih Tuhan selamanya; Dia sendiri mengetahui hakikat luhur Cinta ini.
Atas karunia Guru Sejati, Beliau secara intuitif menikmati Cinta ini.
Atas karunia Guru Nanak, dan ajaran luhur Guru Angad, Guru Amar Daas menyiarkan Perintah Tuhan.
Demikianlah KALL berkata: Wahai Guru Raam Daas, Anda telah mencapai status martabat yang kekal dan tidak dapat binasa. ||5||
Anda tinggal di kolam kepuasan; Lidah Anda mengungkapkan Esensi Ambrosial.
Berjumpa dengan-Mu, kedamaian tenteram muncul, dan dosa menjauh.
Engkau telah mencapai Samudera kedamaian, dan Engkau tidak pernah merasa lelah di jalan Tuhan.
Perisai pengendalian diri, kebenaran, kepuasan dan kerendahan hati tidak akan pernah bisa ditembus.
Sang Pencipta mengesahkan Guru Sejati, dan kini dunia meniup terompet Pujian-Nya.
Demikianlah KALL berkata: Wahai Guru Raam Daas, Anda telah mencapai tingkat keabadian yang tak kenal takut. ||6||
Wahai Guru Sejati yang bersertifikat, Anda telah menaklukkan dunia; Anda bermeditasi dengan satu pikiran pada Tuhan Yang Maha Esa.
Terberkati, diberkatilah Guru Amar Daas, Guru Sejati, yang menanamkan Naam, Nama Tuhan, jauh di dalam lubuk hatinya.
Naam adalah kekayaan dari sembilan harta; kemakmuran dan kesaktian rohani adalah hamba-hamba-Nya.
Beliau diberkati dengan lautan kebijaksanaan intuitif; Dia telah bertemu dengan Tuhan Allah yang Tidak Dapat Dihancurkan.
Guru telah menanamkan Naam jauh di dalam; melekat pada Naam, para penyembah telah dibawa sejak zaman kuno.
Demikianlah KALL berkata: Wahai Guru Raam Daas, Engkau telah memperoleh kekayaan Cinta Tuhan. ||7||
Aliran cinta kasih pengabdian dan cinta primal tidak berhenti.
Guru Sejati meminum aliran nektar, esensi luhur dari Shabad, Sabda Tuhan yang Tak Terbatas.
Kebijaksanaan adalah ibu-Nya, dan kepuasan adalah ayah-Nya; Dia terserap dalam lautan kedamaian dan ketenangan intuitif.
Guru adalah Perwujudan dari Tuhan yang Belum Lahir dan Mencerahkan Diri Sendiri; dengan Firman Ajaran-Nya, Guru membawa dunia melintasi.
Dalam pikiran-Nya, Guru telah mengabadikan Shabad, Sabda Tuhan Yang Tak Terlihat, Tak Terduga, dan Tak Terbatas.
Demikianlah KALL berkata: Wahai Guru Raam Daas, Engkau telah mencapai Tuhan, Anugerah Penyelamatan dunia. ||8||
Anugerah Penyelamatan dunia, sembilan harta karun, membawa para penyembahnya melintasi samudra dunia.
Setetes Nektar Ambrosial, Nama Tuhan, adalah penawar racun dosa.
Pohon kedamaian dan ketenangan intuitif berkembang dan menghasilkan buah kebijaksanaan spiritual yang menarik.
Berbahagialah orang-orang beruntung yang menerimanya, atas karunia Guru.
Mereka dibebaskan melalui Shabad, Sabda Guru Sejati; pikiran mereka dipenuhi dengan Kebijaksanaan Guru.
Jadi KALL berkata: Wahai Guru Raam Daas, Anda menabuh genderang Shabad. ||9||