Kalau tidak, seluruh kehidupan, sambil menghitung nafas, akan hilang begitu saja seperti udara, saat kita memandangnya. (37) (3)
Arus kehidupan mengalir bagaikan karavan arus waktu yang terus bergerak,
Jika memungkinkan, maka cobalah untuk menyesap sejenak setiap hembusan nafas dari arus kehidupan ini (37) (4)
Goya berkata, "Kamu telah melakukan ratusan pekerjaan sia-sia dalam hidup yang tidak akan ada gunanya pada akhirnya, Oleh karena itu, libatkanlah dirimu dalam kegiatan yang akan berguna lagi dan seterusnya (37) (5) Wahai Yang Mengetahui segala misteri! Kami , yang telah melihat ujung jalanMu yang lebih tinggi, Apakah sujud dan menundukkan kepala kami di atas debu daerah itu dengan penuh kerendahan hati dan menjauhkan diri dari segala sesuatu yang lain. (38) (1) Sejak saya melakukan kunjungan ke jalan Anda sebagai suatu hal yang lumrah, aku telah menolak taman surga yang tertinggi dan menganggapnya hanya sebagai lantai di bawah ambang pintumu.” (38) (2)
Deburan ombak dan ikal wangi rambutmu merenggut hati dan jiwaku,
Dan, ini adalah harta tertinggi yang dikumpulkan sepanjang umur panjangku. (38) (3)
Pandangan wajahmu adalah teks suci yang melindungi semua orang dalam segala keadaan.
Kerutan di alis-Mu adalah ceruk masjid (meditasi) di benak para penyembah-Mu. (38) (4)
Goyaa berkata, "Bagaimana aku bisa menjelaskan kondisi pikiranku ketika aku terpisah dariMu? Ibarat lampu yang harus selalu menyala dan meluluhkan hawa nafsunya. (38) (5) Wahai Guru! Seluruh dunia kebingungan dan bingung tanpamu, hati dan jiwaku semakin gosong dan matang di atas panggangan seperti Kabab akibat perpisahan kalian." (39) (1)
Setiap pencari Tuhan hidup selamanya (Dia dikenang selamanya),