Ghazals Bhai Nand Lal Ji

Halaman - 23


ਐ ਗਰਦਸ਼ਿ ਚਸ਼ਮਿ ਤੂ ਕਿ ਅੱਯਾਮ ਨ ਦਾਰਦ ।
aai garadash chasham too ki ayaam na daarad |

Kalau tidak, seluruh kehidupan, sambil menghitung nafas, akan hilang begitu saja seperti udara, saat kita memandangnya. (37) (3)

ਖ਼ੁਰਸ਼ੀਦਿ ਫ਼ਲਕ ਪੇਸ਼ਿ ਰੁਖ਼ਤ ਨਾਮ ਨਦਾਰਦ ।੨੩।੧।
khurasheed falak pesh rukhat naam nadaarad |23|1|

Arus kehidupan mengalir bagaikan karavan arus waktu yang terus bergerak,

ਸੱਯਾਦ ਕਜ਼ਾ ਅਜ਼ ਪਏ ਦਿਲ ਬੁਰਦਨਿ ਆਸ਼ਿਕ ।
sayaad kazaa az pe dil buradan aashik |

Jika memungkinkan, maka cobalah untuk menyesap sejenak setiap hembusan nafas dari arus kehidupan ini (37) (4)

ਚੂੰ ਚਲਕਾਇ ਜ਼ੁਲਫ਼ਿ ਤੂ ਦਿਗਰ ਦਾਮ ਨਦਾਰਦ ।੨੩।੨।
choon chalakaae zulaf too digar daam nadaarad |23|2|

Goya berkata, "Kamu telah melakukan ratusan pekerjaan sia-sia dalam hidup yang tidak akan ada gunanya pada akhirnya, Oleh karena itu, libatkanlah dirimu dalam kegiatan yang akan berguna lagi dan seterusnya (37) (5) Wahai Yang Mengetahui segala misteri! Kami , yang telah melihat ujung jalanMu yang lebih tinggi, Apakah sujud dan menundukkan kepala kami di atas debu daerah itu dengan penuh kerendahan hati dan menjauhkan diri dari segala sesuatu yang lain. (38) (1) Sejak saya melakukan kunjungan ke jalan Anda sebagai suatu hal yang lumrah, aku telah menolak taman surga yang tertinggi dan menganggapnya hanya sebagai lantai di bawah ambang pintumu.” (38) (2)

ਈਣ ਉਮਰਿ ਗਿਰਾਣ ਮਾਯਾਇ ਗ਼ਨੀਮਤ ਸ਼ੁਮਰ ਆਖ਼ਿਰ ।
een umar giraan maayaae ganeemat shumar aakhir |

Deburan ombak dan ikal wangi rambutmu merenggut hati dan jiwaku,

ਮਾ ਸੁਬਹ ਨ ਦੀਦੇਮ ਕਿ ਊ ਸ਼ਾਮ ਨ-ਦਾਰਦ ।੨੩।੩।
maa subah na deedem ki aoo shaam na-daarad |23|3|

Dan, ini adalah harta tertinggi yang dikumpulkan sepanjang umur panjangku. (38) (3)

ਤਾ ਚੰਦ ਦਿਲਾਸਾ ਕੁਨਮ ਈਣ ਖ਼ਾਤਿਰਿ ਖ਼ੁਦ ਰਾ ।
taa chand dilaasaa kunam een khaatir khud raa |

Pandangan wajahmu adalah teks suci yang melindungi semua orang dalam segala keadaan.

ਬੇ-ਦੀਦਨਿ ਰੂਇ ਤੂ ਦਿਲ ਆਰਾਮ ਨ ਦਾਰਦ ।੨੩।੪।
be-deedan rooe too dil aaraam na daarad |23|4|

Kerutan di alis-Mu adalah ceruk masjid (meditasi) di benak para penyembah-Mu. (38) (4)

ਈਣ ਚਸ਼ਮਿ ਗੋਹਰ ਬਾਰ ਕਿ ਦਰਿਆ ਸ਼ੁਦਾ ਗੋਯਾ ।
een chasham gohar baar ki dariaa shudaa goyaa |

Goyaa berkata, "Bagaimana aku bisa menjelaskan kondisi pikiranku ketika aku terpisah dariMu? Ibarat lampu yang harus selalu menyala dan meluluhkan hawa nafsunya. (38) (5) Wahai Guru! Seluruh dunia kebingungan dan bingung tanpamu, hati dan jiwaku semakin gosong dan matang di atas panggangan seperti Kabab akibat perpisahan kalian." (39) (1)

ਬੇ-ਰੂਇ ਦਿਲਾਰਮ ਤੂ ਆਰਾਮ ਨ-ਦਾਰਦ ।੨੩।੫।
be-rooe dilaaram too aaraam na-daarad |23|5|

Setiap pencari Tuhan hidup selamanya (Dia dikenang selamanya),