Satu Tuhan Pencipta Universal. Atas Karunia Guru Sejati:
Aasaa, Mehl Ketiga, Chhant, Rumah Pertama:
Di dalam rumahku, nyanyian pernikahan yang penuh sukacita dinyanyikan; rumahku dihiasi dengan Sabda Shabad yang Sebenarnya.
Pengantin jiwa telah bertemu dengan Suaminya, Tuhan; Tuhan sendirilah yang mewujudkan kesatuan ini.
Tuhan sendiri yang telah mewujudkan kesatuan ini; pengantin jiwa mengabadikan Kebenaran dalam pikirannya, dimabukkan dengan ketenangan damai.
Dihiasi dengan Sabda Shabad Sang Guru, dan dipercantik dengan Kebenaran, dia menikmati Kekasihnya selamanya, dipenuhi dengan Cinta-Nya.
Melenyapkan egonya, dia mendapatkan Suaminya Tuhan, dan kemudian, esensi agung Tuhan bersemayam di dalam pikirannya.
Kata Nanak, seluruh hidupnya subur dan sejahtera; dia dihiasi dengan Kata-kata Shabad Guru. ||1||
Mempelai jiwa yang telah disesatkan oleh dualitas dan keraguan, tidak mencapai Suaminya Tuhan.
Pengantin jiwa itu tidak mempunyai kebajikan, dan dia menyia-nyiakan hidupnya dengan sia-sia.
Manmukh yang egois, cuek, dan tercela menyia-nyiakan hidupnya dengan sia-sia, dan pada akhirnya, dia mengalami kesedihan.
Namun ketika dia mengabdi pada Guru Sejatinya, dia memperoleh kedamaian, dan kemudian dia bertemu dengan Tuan Suaminya, secara langsung.
Melihat Suaminya, Tuhan, dia berkembang; hatinya senang, dan dia dipercantik dengan Sabda Shabad yang Benar.
Wahai Nanak, tanpa Nama, sang mempelai jiwa mengembara, tertipu oleh keraguan. Bertemu dengan Kekasihnya, dia memperoleh kedamaian. ||2||
Mempelai jiwa mengetahui bahwa Suaminya, Tuhan, menyertainya; Guru menyatukannya dalam persatuan ini.
Di dalam hatinya, dia menyatu dengan Shabad, dan api hasratnya mudah padam.
Shabad telah memadamkan api hasrat, dan di dalam hatinya, kedamaian dan ketenangan telah datang; dia merasakan esensi Tuhan dengan mudah secara intuitif.
Bertemu dengan Kekasihnya, dia terus menikmati Cinta-Nya, dan pidatonya bergema dengan Shabad Sejati.
Membaca dan mempelajari secara terus menerus membuat para Pandit, ulama, dan orang bijak yang diam menjadi lelah; mengenakan jubah keagamaan, pembebasan tidak diperoleh.
Wahai Nanak, tanpa ibadah yang bhakti, dunia menjadi gila; melalui Kata Benar Shabad, seseorang bertemu dengan Tuhan. ||3||
Kebahagiaan merasuki pikiran mempelai jiwa, yang bertemu dengan Tuhannya yang Terkasih.
Mempelai jiwa terpesona dengan hakikat luhur Tuhan, melalui Sabda Shabad Guru yang tiada tara.
Melalui Sabda Shabad Guru yang tak tertandingi, dia bertemu dengan Kekasihnya; dia terus-menerus merenungkan dan mengabadikan Kebajikan Agung-Nya dalam pikirannya.
Tempat tidurnya dihias ketika dia menikmati Suaminya, Tuhan; bertemu dengan Kekasihnya, kerugiannya terhapuskan.
Rumah itu, di mana Nama Tuhan terus-menerus direnungkan, bergema dengan nyanyian pernikahan yang penuh sukacita, sepanjang empat zaman.
Wahai Nanak, yang dipenuhi dengan Naam, kami berada dalam kebahagiaan selamanya; bertemu dengan Tuhan, urusan kita terselesaikan. ||4||1||6||
Aasaa memiliki emosi inspirasi dan keberanian yang kuat. Raag ini memberi pendengar tekad dan ambisi untuk mengesampingkan segala alasan dan melanjutkan tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Ini membangkitkan perasaan semangat dan semangat untuk sukses dan energi yang dihasilkan dari perasaan tersebut memungkinkan pendengar menemukan kekuatan dari dalam untuk mencapai kesuksesan, bahkan ketika pencapaian tersebut tampak sulit. Suasana hati Raag yang penuh tekad ini memastikan bahwa kegagalan bukanlah suatu pilihan dan memotivasi pendengar untuk terinspirasi.