ਸਲੋਕ ਮਃ ੩ ॥
salok mahalaa 3 |

Salok, Mehl Ketiga:

ਸਭਨਾ ਕਾ ਸਹੁ ਏਕੁ ਹੈ ਸਦ ਹੀ ਰਹੈ ਹਜੂਰਿ ॥
sabhanaa kaa sahu ek hai sad hee rahai hajoor |

Hanya ada Satu Tuhan, Tuhan bagi semuanya; Dia tetap selalu hadir.

ਨਾਨਕ ਹੁਕਮੁ ਨ ਮੰਨਈ ਤਾ ਘਰ ਹੀ ਅੰਦਰਿ ਦੂਰਿ ॥
naanak hukam na manee taa ghar hee andar door |

Wahai Nanak, jika seseorang tidak menaati Hukam Perintah Tuhan, maka di dalam rumahnya sendiri, Tuhan terasa jauh.

ਹੁਕਮੁ ਭੀ ਤਿਨੑਾ ਮਨਾਇਸੀ ਜਿਨੑ ਕਉ ਨਦਰਿ ਕਰੇਇ ॥
hukam bhee tinaa manaaeisee jina kau nadar karee |

Hanya mereka yang menaati Perintah Tuhan, kepada siapa Dia melemparkan Pandangan Kasih Karunia-Nya.

ਹੁਕਮੁ ਮੰਨਿ ਸੁਖੁ ਪਾਇਆ ਪ੍ਰੇਮ ਸੁਹਾਗਣਿ ਹੋਇ ॥੧॥
hukam man sukh paaeaa prem suhaagan hoe |1|

Dengan mematuhi Perintah-Nya, seseorang memperoleh kedamaian, dan menjadi mempelai jiwa yang bahagia dan penuh kasih. ||1||

Sri Guru Granth Sahib
Informasi Shabad

Judul: Raag Gujri
Penulis: Guru Amardas Ji
Halaman: 510
Nomor Baris: 13 - 14

Raag Gujri

Jika ada perumpamaan yang sempurna untuk Raag Gujari, itu adalah seseorang yang terisolasi di padang pasir, yang tangannya ditangkupkan, memegang air. Namun, hanya ketika air mulai merembes secara perlahan melalui kedua tangan mereka yang saling bergandengan tangan barulah orang tersebut menyadari betapa berharga dan pentingnya air tersebut. Demikian pula Raag Gujari mengarahkan pendengar untuk menyadari dan menyadari berlalunya waktu dan dengan cara ini menghargai sifat berharga dari waktu itu sendiri. Wahyu tersebut membawa pendengarnya pada kesadaran dan pengakuan akan kematian dan kefanaannya sendiri, membuat mereka memanfaatkan sisa ‘waktu hidup’ mereka dengan lebih bijak.