Aasaa, Mehl Pertama:
Biarkan Sabda Shabad Sang Guru menjadi anting-anting di benak Anda, dan kenakan jubah toleransi.
Apapun yang Tuhan lakukan, anggaplah itu sebagai hal yang baik; dengan demikian Anda akan memperoleh harta karun Sehj Yoga. ||1||
Wahai ayah, jiwa yang bersatu dalam persatuan sebagai seorang Yogi, tetap bersatu dalam esensi tertinggi sepanjang zaman.
Orang yang telah memperoleh Ambrosial Naam, Nama Tuhan Yang Tak Bernoda - tubuhnya menikmati kenikmatan kebijaksanaan spiritual. ||1||Jeda||
Di Kota Tuhan, dia duduk dalam postur Yoganya, dan dia meninggalkan keinginan dan konfliknya.
Bunyi klakson senantiasa membunyikan melodi indahnya, siang malam ia dipenuhi arus suara Naad. ||2||
Cangkirku adalah meditasi reflektif, dan kebijaksanaan spiritual adalah tongkatku; berdiam di Hadirat Tuhan adalah abu yang kutempelkan pada tubuhku.
Puji Tuhan adalah pekerjaanku; dan hidup sebagai Gurmukh adalah agama murniku. ||3||
Sandaran tangan saya adalah untuk melihat Cahaya Tuhan secara keseluruhan, meskipun bentuk dan warnanya sangat banyak.
Kata Nanak, dengarkan, wahai Bharthari Yogi: cintalah hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa. ||4||3||37||
Aasaa memiliki emosi inspirasi dan keberanian yang kuat. Raag ini memberi pendengar tekad dan ambisi untuk mengesampingkan segala alasan dan melanjutkan tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Ini membangkitkan perasaan semangat dan semangat untuk sukses dan energi yang dihasilkan dari perasaan tersebut memungkinkan pendengar menemukan kekuatan dari dalam untuk mencapai kesuksesan, bahkan ketika pencapaian tersebut tampak sulit. Suasana hati Raag yang penuh tekad ini memastikan bahwa kegagalan bukanlah suatu pilihan dan memotivasi pendengar untuk terinspirasi.