Sorat'h, Mehl Pertama, Rumah Pertama:
Jadikan pikiranmu sebagai petani, amal baik sebagai ladang, kesederhanaan air, dan tubuhmu sebagai ladang.
Biarlah Nama Tuhan menjadi benihnya, kepuasan menjadi bajaknya, dan kerendahan hatimu menghiasi pagarnya.
Dengan melakukan perbuatan cinta, benih akan bertunas, dan Anda akan melihat rumah Anda berkembang. ||1||
Wahai Baba, kekayaan Maya tidak pergi kepada siapa pun.
Maya ini telah menyihir dunia, namun hanya sedikit yang memahami hal ini. ||Jeda||
Jadikan hidupmu yang semakin berkurang sebagai tokomu, dan jadikan Nama Tuhan sebagai daganganmu.
Jadikan pemahaman dan perenungan sebagai gudangmu, dan di gudang itu simpanlah Nama Tuhan.
Berurusan dengan pedagang Tuhan, dapatkan keuntungan Anda, dan bergembiralah dalam pikiran Anda. ||2||
Biarkan perdagangan Anda mendengarkan kitab suci, dan biarkan Kebenaran menjadi kuda yang Anda ambil untuk dijual.
Kumpulkan pahala untuk biaya perjalananmu, dan jangan memikirkan hari esok dalam pikiranmu.
Ketika Anda tiba di negeri Tuhan Yang Tak Berwujud, Anda akan menemukan kedamaian di Rumah Hadirat-Nya. ||3||
Biarkan pelayananmu menjadi fokus kesadaranmu, dan biarkan pekerjaanmu menjadi keyakinan pada Naam.
Biarlah pekerjaanmu menahan diri dari dosa; hanya dengan begitu orang-orang akan menyebut Anda diberkati.
Wahai Nanak, Tuhan akan memandangmu dengan Pandangan Kasih Karunia-Nya, dan kamu akan diberkati dengan kehormatan empat kali lipat. ||4||2||
Sorath menyampaikan perasaan memiliki keyakinan yang begitu kuat terhadap sesuatu sehingga ingin terus mengulangi pengalaman tersebut. Nyatanya perasaan pasti ini begitu kuat sehingga Anda menjadi yakin dan menghayati keyakinan tersebut. Suasana Sorath begitu kuat sehingga pada akhirnya bahkan pendengar yang paling tidak responsif pun akan tertarik.