Nanak asyik dalam pemujaan bhakti kepada Naam. ||3||
Mengapa melupakan Dia, yang tidak mengabaikan upaya kita?
Mengapa melupakan Dia, yang mengakui apa yang kita lakukan?
Mengapa melupakan Dia, yang telah memberi kita segalanya?
Mengapa melupakan Dia, yang merupakan Kehidupan makhluk hidup?
Mengapa melupakan Dia, yang memelihara kita dalam api kandungan?
Atas karunia Guru, jarang sekali orang yang menyadari hal ini.
Mengapa melupakan Dia, yang mengangkat kita keluar dari korupsi?
Mereka yang terpisah dari-Nya selama masa kehidupan yang tak terhitung jumlahnya, akan dipersatukan kembali dengan-Nya sekali lagi.
Melalui Guru Sempurna, realitas penting ini dipahami.
Wahai Nanak, hamba Tuhan yang rendah hati bermeditasi kepada-Nya. ||4||
Wahai teman-teman, wahai para Suci, jadikanlah ini pekerjaanmu.
Tinggalkan segala sesuatu yang lain, dan nyanyikan Nama Tuhan.
Renungkan, renungkan, renungkan untuk mengingat Dia, dan temukan kedamaian.
Nyanyikan Naam sendiri, dan berikan inspirasi kepada orang lain untuk mengucapkannya.
Dengan mencintai ibadah bhakti, Anda akan menyeberangi lautan dunia.
Tanpa meditasi bhakti, tubuh hanya akan menjadi abu.
Segala suka dan duka ada pada harta Naam.
Bahkan orang yang tenggelam pun dapat mencapai tempat istirahat dan aman.
Semua kesedihan akan hilang.