Orang yang mengenal Tuhan Yang Maha Esa disebut Guru Sejati.
Di Perusahaan-Nya, orang Sikh diselamatkan, hai Nanak, menyanyikan Pujian Agung Tuhan. ||1||
Ashtapadee:
Guru Sejati menghargai Sikh-nya.
Guru selalu berbelas kasih kepada hamba-Nya.
Guru membersihkan kotoran dari kecerdasan jahat Sikh-Nya.
Melalui Ajaran Guru, dia menyebut Nama Tuhan.
Guru Sejati memutuskan ikatan Sikh-Nya.
Sikh sang Guru menjauhkan diri dari perbuatan jahat.
Guru Sejati memberi Sikh kekayaan Naam.
Sikh sang Guru sangat beruntung.
Guru Sejati mengatur dunia ini dan akhirat untuk Sikh-Nya.
Wahai Nanak, dengan kepenuhan hati-Nya, Guru Sejati memperbaiki Sikh-Nya. ||1||
Pelayan tanpa pamrih itu, yang tinggal di rumah Guru,
adalah menaati Perintah Guru dengan segenap pikirannya.
Dia tidak boleh menarik perhatian pada dirinya sendiri dengan cara apa pun.
Ia harus terus-menerus bermeditasi di dalam hatinya pada Nama Tuhan.
Seseorang yang menjual pikirannya kepada Guru Sejati
- urusan hamba yang rendah hati itu terselesaikan.
Orang yang melakukan pelayanan tanpa pamrih, tanpa memikirkan imbalan,