Ibadahnya yang benar adalah ibadahnya, dan yang benar adalah orang-orang yang beribadah kepada-Nya.
Keberkahan Penglihatan-Nya adalah Benar, dan Benarlah orang yang melihatnya.
Naamnya Benar, dan Benarlah orang yang merenungkannya.
Dia sendirilah yang Benar, dan Benarlah segala sesuatu yang Dia dukung.
Dia sendirilah yang Maha Baik, dan Dia sendirilah Pemberi Kebajikan.
Kata-kata Shabadnya Benar, dan Benarlah orang-orang yang berbicara tentang Tuhan.
Telinga itu Benar, dan Benar adalah orang-orang yang mendengarkan Pujian-pujian-Nya.
Segalanya Benar bagi orang yang memahaminya.
Wahai Nanak, Benar, Benarlah Dia, Tuhan Allah. ||1||
Seseorang yang percaya pada Perwujudan Kebenaran dengan segenap hatinya
mengakui Sebab dari sebab-sebab sebagai Akar dari segala sesuatu.
Seseorang yang hatinya dipenuhi dengan iman kepada Tuhan
inti dari kebijaksanaan spiritual terungkap ke dalam pikirannya.
Karena takut, dia hidup tanpa rasa takut.
Dia terserap ke dalam Yang Esa, dari siapa dia berasal.
Ketika sesuatu menyatu dengan miliknya,
ia tidak dapat dikatakan terpisah darinya.
Hal ini hanya dapat dimengerti oleh orang yang mempunyai pemahaman yang cerdas.
Bertemu dengan Tuhan, wahai Nanak, dia menjadi satu dengan-Nya. ||2||
Hamba itu taat kepada Tuhan dan Tuannya.