Satu Tuhan Pencipta Universal. Atas Karunia Guru Sejati:
Raag Aasaa, Rumah Ketujuh, Mehl Kelima:
Gaun merah itu terlihat sangat cantik di tubuhmu.
Suamimu, Tuhan senang, dan hati-Nya terpikat. ||1||
Hasil karya siapakah kecantikan merahmu ini?
Cinta siapa yang membuat opium menjadi merah? ||1||Jeda||
Kamu cantik sekali; kamu adalah pengantin jiwa yang bahagia.
Kekasihmu ada di rumahmu; nasib baik ada di rumahmu. ||2||
Anda murni dan suci, Anda paling terhormat.
Anda menyenangkan Kekasih Anda, dan Anda memiliki pemahaman yang luhur. ||3||
Aku menyenangkan hati Kekasihku, sehingga aku dipenuhi dengan warna merah tua.
Kata Nanak, aku benar-benar diberkati dengan Pandangan Kasih Karunia Tuhan. ||4||
Dengarlah wahai sahabat: inilah satu-satunya pekerjaanku;
Tuhan sendirilah yang menghiasi dan menghiasi. ||1||Jeda Kedua||1||52||
Aasaa memiliki emosi inspirasi dan keberanian yang kuat. Raag ini memberi pendengar tekad dan ambisi untuk mengesampingkan segala alasan dan melanjutkan tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Ini membangkitkan perasaan semangat dan semangat untuk sukses dan energi yang dihasilkan dari perasaan tersebut memungkinkan pendengar menemukan kekuatan dari dalam untuk mencapai kesuksesan, bahkan ketika pencapaian tersebut tampak sulit. Suasana hati Raag yang penuh tekad ini memastikan bahwa kegagalan bukanlah suatu pilihan dan memotivasi pendengar untuk terinspirasi.