Aasaa, Mehl Keempat:
Setelah memperoleh harta kelahiran manusia ini, aku bermeditasi pada Naam, Nama Tuhan.
Atas karunia Guru, saya mengerti, dan saya terserap ke dalam Tuhan Sejati. ||1||
Mereka yang mempunyai takdir yang telah ditentukan sebelumnya mengamalkan Naam.
Tuhan Yang Benar memanggil orang-orang jujur ke Rumah Hadirat-Nya. ||1||Jeda||
Jauh di lubuk hati terdapat harta karun Naam; itu diperoleh oleh Gurmukh.
Siang dan malam, renungkan Naam, dan nyanyikan Pujian Agung Tuhan. ||2||
Jauh di lubuk hati terdapat substansi yang tak terhingga, namun manusia yang berkeinginan sendiri tidak dapat menemukannya.
Dalam egoisme dan kesombongan, kesombongan manusia yang fana menghabiskannya. ||3||
Wahai Nanak, identitasnya memakan identitas identiknya.
Melalui Ajaran Guru, pikiran diterangi, dan bertemu dengan Tuhan Sejati. ||4||13||65||
Aasaa memiliki emosi inspirasi dan keberanian yang kuat. Raag ini memberi pendengar tekad dan ambisi untuk mengesampingkan segala alasan dan melanjutkan tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Ini membangkitkan perasaan semangat dan semangat untuk sukses dan energi yang dihasilkan dari perasaan tersebut memungkinkan pendengar menemukan kekuatan dari dalam untuk mencapai kesuksesan, bahkan ketika pencapaian tersebut tampak sulit. Suasana hati Raag yang penuh tekad ini memastikan bahwa kegagalan bukanlah suatu pilihan dan memotivasi pendengar untuk terinspirasi.