Saarang, Mehl Kelima:
Guruku telah menyingkirkan sikap sinisku.
Saya adalah korban bagi Guru itu; Aku berbakti kepada-Nya, selama-lamanya. ||1||Jeda||
Aku menyebut Nama Guru siang dan malam; Saya mengabadikan Kaki Guru dalam pikiran saya.
Aku terus-menerus mandi di debu Kaki Guru, membasuh dosa-dosa kotorku. ||1||
Saya terus-menerus mengabdi kepada Guru Sempurna; Saya dengan rendah hati bersujud kepada Guru saya.
Guru Sempurna telah memberkati saya dengan semua pahala yang bermanfaat; Wahai Nanak, Guru telah membebaskanku. ||2||47||70||
Karakter Sarang bersifat menyejukkan dan mempunyai kemampuan memadamkan pikiran egoisme yang membara dan sifat negatif. Emosi Sarang memadamkan hasrat membara di pikiran, dengan mengekspresikan dan menonjolkan pikiran yang murni dan sejati dalam jiwa. Ini adalah perubahan yang positif dan memuaskan.